Pabrik pirolisis terus menerus (blok ban 5-10cm sebagai bahan baku)
Vidio
Manfaat

1. Desain segel putar yang unik, dengan siklus operasi bebas perawatan yang panjang.
2. Desain proses khusus memastikan bahwa bubuk karbon setelah pirolisis memenuhi persyaratan industri.
3. Tata letak defokus yang efektif sangat memperpanjang siklus pembersihan peralatan
4. Sistem kontrol keselamatan independen secara efektif mendeteksi kebocoran gas dan kadar oksigen sistem.
5. Sistem kontrol pakan yang efisien yang mencegah gas mudah terbakar keluar saat memberi makan
6. Adopsi berbagai bentuk proses kombinasi untuk bahan yang berbeda untuk lebih memastikan produksi yang aman dan efisien.
7. Raih penyegelan bebas kebocoran dari pakan blok karet dan menyelesaikan masalah penyegelan debit campuran bubuk karet dan kawat baja.
8. Nyadain pemanasan yang bisa disesuaikan suhu konstan.
9. Dicapai operasi efektif jangka panjang dari sistem penyegelan.
Prinsip kerja
1. Langkah-langkah pra-pemrosesan:
Bahan baku dicobek pake mesin cobek dan diubah jadi balok karet ban dengan ukuran seragam 5-10cm, yang kemudian diangkut ke mesin pakan untuk persiapan.
2. Proses pirolisis:
Pencet tombol start buat nyalain mesin pembakaran dan mulai manasin ketel pirolisis. Setelah ketel pirolisis mencapai suhu yang ditetapkan, mesin umpan mulai mengangkut bahan baku ke ruang pirolisis untuk pirolisis. Mesin makan sesuai dengan variabel indikasi PLC untuk ngontrol tekanan dan suhu di dalem ketel pirolisis. Suhu operasi normal adalah antara 400-420 derajat Celcius, dan tekanan normal adalah 6-10Kp. Bahan baku memiliki keadaan padat asli yang dilebur menjadi keadaan cair dengan pemanasan, dan kemudian terurai menjadi keadaan gas dan keluar dari stop kontak. Sisa kotoran dan abu dibuang dari ekstraktor terak ekor. Fungsi dari ketel pirolisis adalah untuk menyelesaikan proses transisi fase zat (gas cair padat). Ekstraktor terak dimulai untuk ngeluarin abu dan kotoran setelah pirolisis, dan proses pirolisis selesai.
3. Pemurnian kondensasi gas buang dekomposisi termal:
Setelah masuk ke alat kondensasi, minyak dan gas suhu tinggi didinginkan oleh pendinginan air sekunder untuk menurunkan suhu ke suhu ruangan, berubah dari keadaan gas menjadi keadaan cair. Setelah kondensasi, itu menjadi campuran minyak dan gas, dan setelah pengendapan tiga tahap, kotoran dan abu dihilangkan. Minyak dipisahin ke tangki penyimpanan lewat pemisah tiga tahap, dan sisa gas buang mudah terbakar dimurnikan dengan ngilangin hidrogen klorida lewat alat deklorinasi dan netralisasi.
4. Penyimpanan tekanan konstan gas:
Gas yang mudah terbakar dibuang ke tangki penyimpanan gas untuk disimpan, mengalami curah hujan dan dehidrasi, dan kemudian mengalami curah hujan tiga tahap sebelum diangkut ke tangki penyimpanan tekanan konstan untuk penyimpanan dan cadangan oleh blower Roots.
5. Pemanasan pembakaran:
Pas tekanan di tangki penyimpanan gas naik ke 10KP, katup bahan bakar utama nutup, memotong pasokan sumber panas eksternal. Mulai pembakaran yang beredar sendiri, yaitu, membakar gas yang dihasilkan oleh diri sendiri untuk memanaskan diri sendiri. Ruang pembakaran mengadopsi desain pengumpulan suhu, dengan suhu kerja maksimum 1500 derajat, dan gas mudah terbakar dibakar sepenuhnya sebelum memenuhi standar emisi.
6. Pertukaran panas gas buang:
Gas buang dengan suhu hingga 380 derajat Celcius didinginkan hingga 180 derajat Celcius melalui penukar panas sebelum dibuang. Udara yang ditukar panas dipake buat pembakaran tambahan di mesin pembakaran, yang berperan dalam mengurangi emisi dan menghemat energi.
7. Perlakuan gas buang pembakaran:
Gas buang dilakukan penghapusan debu bak mandi air tahap pertama untuk menghilangkan debu dari gas buang, diikuti dengan desulfurisasi dan penghapusan debu untuk menghilangkan unsur belerang dari gas buang, dan kemudian dimurnikan dengan pengisi untuk menghilangkan bau
Pasca emisi, standar emisi GB/T32662-2016
Hubungin kite



